ia bagai jalan jejalan
selaksa deras yang meraung menerbitkan aku yang begitu baru
ia pun selaksa serutan gempita
yang dengan sinar-sinar pelanginya birukan jejariku
sungguh betapa beruntung aku
arungi sulur-sulur nadimu, kota seribu singgasana
(bersambung)

































