sungguh, tak bisa aku berkata
tentang apa yang kurasa di kota seribu suka cita ini
ia mengajarkanku banyak hal,
filosofi sahabat, cerita sisi kelam, hidup dan menghidupi sastra, tentang cinta
hhh…
(bersambung)
sungguh, tak bisa aku berkata
tentang apa yang kurasa di kota seribu suka cita ini
ia mengajarkanku banyak hal,
filosofi sahabat, cerita sisi kelam, hidup dan menghidupi sastra, tentang cinta
hhh…
(bersambung)
hanya sedikit bingung saja,
kenapa hanya pas ramadhan saja kita semua mau bertobat???
itu pun tidak dari hati, hanya takut diomongi orang lain,
takut, “kok kamu gag puasa??”, atau hayooooooooo…”semalem kemana??? boncengin cweknya / cwoknya kok kenceng banget c jalanin motornya, aaahhhh, takut ketauan ya…??? aku tau kok??”
aku sedikit bingung,kenapa padahal juga puasa tapi sholat WAJIB 5 waktu selalu meleset…kadang masih di jalan, kadang masih sibuk dengan kerjaannya, kadang malah emang sengaja nggak sholat.
kok bisa ya???
yahhh…
sekalian ngingetin diri sendiri juga, biar aku juga rajin sholat, bisa khatam Qur’an salam ramadhan ini…
ramadhan, bulan mulia…
bu…
anakmu ini telah dewasa
bu…
anakmu ini telah yakin bisa melalui semuanya
bu…
berikan aku percayamu
untuk modal pertama dan pondasi keyakinanku bu…
aku yakin aku bisa…
aku mau…
ini semua berakhir
bosen…
maaf,
aku bukan seperti yang kau pikirkan
aku hanya berusaha menjadi
pria
ya…
pria yang punya
tanggung jawab
dan pria yang selalu berusaha
menjadi dirinya sendiri
oh tuhan tolonglah aku
jangan lah kau biarkan diriku
jatuh cinta kepadanya
sebab andai itu terjadi
akan ada hati yang terluka
tuhan tolong diriku
walaupun terasa indah
andaikan ku dapat juga dirinya
namun ku harus tetap bertahan
menjaga cinta yang tlah lebih dulu ku jalani
sungguh, terasa sungguh, semakin engkau jauh, semakin terasa dekat, akan aku kembangkan kasih yang engkau tanam di dalam hatiku…
aku tau ini salah
dan ku tahu semuanya telah salah…
sejak pertama kali melihatmu
sungguh bergetar hatiku ini
kaki, dan lidahku kelu
tak kuasa untuk bertindak dan berkata
hingga kini pun, masih begitu terasa getar-getar itu
sebenarrnya bisa aku devinisikan getaran itu kini…
dulu memang ku kira cinta
sekarang, aku tak tahu jika itu telah menjadi
tiada tara…
aku risau
karena ada yang tersakiti
aku kacau
karena ada yang tercabik hati
hla aku kudu kepimen???
aku kan wis ngomong…
aku moh yen nggawa koen
mlebu maring keadaan busuk kie…
mending lara saiki dari pada lara ngesuk-ngesuk…
mending lara secuil saiki
dari pada lara akeh mengko…
aku yakin mengko luwih lara…
mending…
kuganti getar cinta itu dadi iba…
karena aku sayang kamu…
( cerita, metu nang utek )
ku coba menulis puisi
sebaris,
dua baris…
dan ku hapus lagi
ku coba dan terus mencoba
puisiku mati!
hingga waktu berputar melewati
tempat yang sama
pun tak jua bisa ku titipkan makna
lewat untaian kata-kata
haruskah kusampaikan semuanya
lewat malam yang menyongsong fajar?
agar tatkala surya muncul
ia akan mengatakan padamu
betapa merindukannya aku disini
seorang diri…
maafkan aku sayang
tak dapat kali ini kupindahkan rembulan
ke taman hatimu
mungkin esok
saat makna dapat bersahabat mesra
dengan kata-kata